Judul: Schoolizer
Kategori: Fiksi
Penulis: Lonyenk Rap
Halaman: vi+154 halaman
Harga: Rp32.000,-
Sinopsis
Penulis: Lonyenk Rap
Halaman: vi+154 halaman
Harga: Rp32.000,-
Sinopsis
Schoolizer (pronounce: Skulaizer) adalah pelajar yang senang
menyia-nyiakan sekolah. Segerombolan pelajar yang tak sadar betapa pentingnya
pendidikan. Tujuan mereka ke sekolah hanya satu. FUN. Novel Schoolizer
menawarkan cerita-cerita lucu dan menggemaskan, yang selalu terjadi karena
kebodohan para pelajar itu sendiri.Hanya ada tiga alasan kenapa mereka sekolah.
Ketemu teman, uang jajan,dan ijazah kelulusan SMU. Bagi mereka, sekolah tak
hanya tempat untuk bermain, tapi juga tempat untuk bercanda, mencela,
ngejahilin guru, dan sudah pasti ngejahilin teman.
Schoolizer menceritakan murid-murid bandel dari kelas XI-2
di SMU Merdeka—kelas yang dihuni anak-anak yang kewarasannya patut
dipertanyakan. Dengan berbagai macam karakter yang kocak, rebel, konyol, dan
sudah pasti nyebelin, mereka menyemarakkan cerita di novel ini. Ada Gidang, cowok
yang punya kadar pede yang besar, sebesar gigi-gigi depannya yang enggan
sembunyi, yang mampu membuat teman-temannya melakukan hal-hal diluar batas
kewajaran untuk mengerjainya. Gidang dikelilingi sama tiga teman yang selalu
berniat menggulingkan kekonyolannya. Lodry, cowok cepak bermulut tajam,
penggila musik rap. Ada juga Cikri,si oriental keriting yang punya bakat
playboy. Vembo, pelajar berkacamata yang jago bikin karikatur. Selain itu, juga
ada tokoh-tokoh lain yang memperkuat cerita. Seperti KY, Nazri, Geng Gosip,
Kelompok Lugu, etc. Saking tak beradabnya, para guru sampai kewalahan menangani
mereka. Ada saja tingkah mereka yang sukses membuat para guru sakit hati dan
trauma mengajar. Kalau boleh memilih, para guru lebih memilih mengajar
anak-anak macan sekandang ketimbang mengajar mereka.
Namun, dibalik kelakuan konyol mereka, kita seperti
diingatkanbahwa di sekolah memang tidak selalu terjadi proses belajar dan
mengajar dengan benar. Dibalik cerita kesuksesan pelajar dengan predikat
‘teladan’, ternyata masih banyak pelajar lain yang tak peduli dengan
embel-embel itu. Mau bukti? Baca SCHOOLIZER!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar